Profil

5. Roadmap Menuju Harmoni Dan Kebahagiaan



Terwujudnya keseimbangan dan harmoni merupakan visi Walikota dalam membangun Denpasar sebagai kota modern berbasis tradisi dengan sinergi Kota Pusaka, Kota Kreatif dan Kota Cerdas dalam era 2016 – 2021. Keseimbangan dan harmoni berbasis filosofi Tri Hita Karana (harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan lingkungan) yang dimantapkan melalui kekuatan daya cipta, rasa dan karsa kemanusiaan sebagai smart people dan smart community. Cakupan harmoni yang melekat dalam konsep Tri Hita Karana meliputi bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (individu manusia) berskala lokal, nasional, universal.

Tujuan pokok dan tujuan bersama yang dicita-citakan adalah menuju masyarakat Denpasar bahagia, jagadhita ca iti dharma. Jaringan Kota Pusaka yang berhasil dikembangkan, baik berskala nasional seperti JKPI dan BPPI, berskala internasional seperti OWHC dan Warisan Budaya Dunia melalui UNESCO, diharapkan mempunyai kewajiban dan misi mulia untuk terus menerus mengawal, mensosialisasikan dan melestarikan pusaka budaya tangible dan intangible menuju kedamaian dan kebahagiaan.

Dengan merujuk sepuluh indikator kebahagiaan seperti dirumuskan oleh BPS, fungsi kebudayaan termasuk pusaka budaya sangat signifikan dalam membangun linkage dengan kesepuluh indikator tersebut, baik dalam hubungan fungsional secara langsung maupun tidak langsung. Sepuluh indikator kebahagiaan tersebut adalah: (1) kondisi keamanan; (2) keharmonisan keluarga; (3) keadaan lingkungan; (4) hubungan sosial; (5) kesehatan; (6) pekerjaan; (7) kesediaan waktu luang; (8) kondisi rumah dan aset; (9) pendapatan; (10) pendidikan.

Secara holistik, bertahap dan terarah, roadmap Denpasar Kota Pusaka dalam sinergi Kota Kreatif dan Kota Cerdas mencakup lima tahap menuju harmoni dan kebahagiaan:

I.          Pengembangan Eksistensi

 

 

II.       Pemantapan Basis Komunitas dan Birokrasi

 

III.     Penguatan Jaringan

 

IV.    Pemberdayaan dan Pelestarian

 

V.       Pencapaian Tujuan

 

:  perumusan legislasi, penguatan kebudayaan Denpasar Pusaka dan pelatihan SDM cerdas sebagai sumber daya

 

:  basis komunitas, kader pelestari untuk partisipasi; basis birokrasi untuk pemberdayaan

 

:  Nasional (JKPI, BPPI), Internasional (OWHC, UNESCO)

 

:  pemberdayaan untuk mewujudkan nilai tambah dan pelestarian untuk tujuan keberlanjutan sejalan tujuan SDG’s

 

:  kebahagiaan publik berbasis Indeks Kebahagiaan dan Indeks Kepuasan Publik


Facebook
Twitter