Profil

4. Linkage Kekuatan Baru Pusaka: Ekonomi Kreatif, Kota Cerdas, Pariwisata Pusaka



Indonesia dalam melangkah menuju tahun 2025, mengembangkan 18 fokus ekonomi kreatif (Mari Elka Pangestu, 2014). Di Kota Denpasar berkembang 14 kelompok ekonomi kreatif berbasis budaya unggulan dan tumbuh dalam linkage kreatif dan inovatif. Ke 14 kelompok tersebut: (1) periklanan; (2) komputer; (3) arsitektur; (4) permainan interaktif; (5) musik; (6) riset dan pengembangan; (7) televisi dan radio; (8) seni pertunjukkan; (9) pasar seni; (10) penerbitan; (11) film, video, fotographi; (12) fashion; (13) design; dan (14) kerajinan (Disperindag, 2008), lihat digram di bawah.

Kota Denpasar menghadirkan berbagai ruang kreatif, inovatif melalui: Denpasar Festival, D.TIK Fest, Mahabandana Budaya, Petinget Rahina Tumpek Landep, Sanur Village Festival, Revitalisasi Desa Tradisional, dll. Ciri khas dan dinamis Denpasar Kota Kreatif adalah: (1) berbasis budaya unggulan; (2) kaya inovasi; (3) sinergi IT dan teknologi digital; (4) mengembangkan sumberdaya terbarukan; (5) membangun multi nilai tambah secara ekonomi, sosial, edukasi, ekologi, kultural.

Munculnya konsep kota cerdas atau smart city di dunia, salah satunya melalui pertemuan Puncak Kota Besar Cerdas Dunia di Istambul, Turki 27 November 2013. Dari point of origin Kota Istambul, konsep kota cerdas menyebar ke berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia, meliputi: Bandung, Yogya, Magelang, Kediri, Surabaya, Denpasar. Dalam aplikasi, banyak kota memulai dengan potensi lokal dan berkembang secara bertahap.

Kota Denpasar mulai merespon kota cerdas tahun 2013 dengan merujuk enam pilar pokok kota cerdas: (1) smart people; (2) smart governance; (3) smart environment; (4) smart economy; (5) smart mobility; dan (6) smart living (Giffinger, 2007). Dalam aplikasi kota cerdas, komponen teknologi digital atau teknologi informasi berperan penting. Untuk Denpasar sebagai Kota Berwawasan Budaya: Pusaka Alam, Budaya dan Saujana dapat mengembangkan linkage secara simbiosis. Pengembangan Indeks Kota Cerdas untuk Kota Denpasar dihadapkan pada ragam peluang positip, seperti: kecepatan, keluasan dan keseluruhan, di samping tantangan yang mencakup: kedangkalan, anomali sampai cyber crime yang menjangkiti generasi Y (generasi manusia digital).

Pariwisata Bali, termasuk di Kota Denpasar beridentitas Pariwisata Budaya. Kebudayaan daerah dengan kearifan lokal merupakan modal utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Luasnya cakupan dan isi kebudayaan yang terpadu dengan keindahan alam telah memacu munculnya beragam obyek dan daya tarik wisata budaya yang tersebar di seluruh dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Tanah Lot di Tabanan, Pura Besakih Karangasem, Kerta Gosa Klungkung, Tampaksiring Gianyar, Pura Taman Ayun Badung adalah beberapa contoh daya tarik wisata utama di Bali.

Kota Denpasar mengembangkan dan mempromosikan City Tour. Pusaka Alam, Budaya, Saujana Kota Denpasar merupakan modal andalan dan opsi baru yang dapat dikembangkan sebagai langkah inovasi dalam optimalisasi program city tour. Hotel Pusaka untuk Hotel Grand Inna Bali Beach; atraksi seni tari Legong, tari Baris, seni tari Gambuh untuk atraksi wisata; Kuliner Be Sanur; pasar tradisional; Subak Sembung, Peguyangan sebagai warisan budaya; kerajinan patung kayu, kerajinan kerang, tekstil songket sebagai cendramata pusaka; Museum Bali, Museum Sidik Jari sebagai museum pusaka, dll. Keseluruhan elemen tersebut dalam sinergi dengan keindahan alam dan keramahan manusia Denpasar merupakan daya tarik Pariwisata Pusaka yang berpotensi menghasilkan variasi, inovasi dengan nilai tambah yang tinggi secara ekonomi, sosial dan kultural (lihat diagram).


Foto
Subak
Video
Pesona Indonesia (Denpasar Heritage)
Facebook
Twitter