Profil

3. Analisis Situasional: Modal, Tantangan, Solusi Strategis



Revitalisasi dan promosi Denpasar sebagai Kota Pusaka memperoleh momentum dan apresiasi berskala lokal, nasional, internasional. Secara lokal, Kota Denpasar tampil sebagai Kota Pusaka yang memperoleh apresiasi publik dari komunitas adat, komunitas kreatif dan juga dari komunitas etnik Nusantara yang berdomisili di Kota Denpasar. Secara nasional Kota Denpasar telah tercakup ke dalam Jaringan Kota Pusaka JKPI sejak tahun 2010 dengan jumlah anggota waktu itu sebanyak 51 kota. Secara internasional, Kota Denpasar telah tergabung ke dalam OWHC, organisasi kota pusaka dunia tahun 2013 yang mencakup sejumlah 252 kota-kota di dunia.

Dalam perspektif sains, khususnya ilmu-ilmu sosial, untuk tujuan pendalaman potensi dan tantangan telah berkembang aneka ragam model analisis: Pertama, sangat pokok analisis SWOT (strength, weakness, opportunity dan threat) dalam upaya sistematis dan dinamika mendalami aneka kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan. Kini juga mulai dikembangkan model analisis SBS (stimulants, barriers, dan solutions) untuk mengidentifikasi ragam potensi (stimulants), aneka tantangan (barriers) dan solusi pengembangan ke depan. Di halaman bawah disajikan ragam potensi dan modal serta aneka hambatan dan tantangan yang dihadapi Kota Denpasar sebagai Kota Pusaka dalam dinamika sepuluh tahun terakhir (lihat diagram di bawah). Berikut pula disajikan jenis-jenis strategi antisipasi untuk pengembangan dan pemberdayaan Denpasar Kota Pusaka yang bermanfaat bagi masyarakat dan kelestarian pusaka alam, budaya, saujana berkelanjutan.


No.

Jenis Strategi

Narasi

1.

 

 

2.

 

 

 

3.

 

 

4.

 

 

 

5.

 

 

 

Strategi Legislasi

 

 

Strategi Edukasi

 

 

 

Strategi Network

 

 

Strategi Penguatan Kelembagaan

 

 

Strategi Penghargaan dan Pendanaan

Merumuskan dasar hukum seperti Perda Pelestarian Warisan Budaya

 

Melaksanakan pendidikan dan pelatihan secara formal (sekolah) dan informasl melalui capacity building, pelatihan TOT dan DOT

 

Mengembangkan network lokal, nasional, internasional mencakup: JKPI, BPPI, OWHC, UNESCO

 

Membangun mitra kerja dengan lembaga-lembaga tradisional seperti: desa pakraman, subak, banjar, sabha upadesa dan mengkaji kehadiran Dewan Pusaka Kota Denpasar

 

Penghargaan bagi lembaga dan kader-kader pelestari. Pendanaan abadi bagi aktivasi, inovasi dan pengawalan Denpasar Kota Pusaka berkelanjutan dalam jaringan lokal, nasional, dunia.

 

 

Aneka dampak yang diharapkan dari kegiatan pelestarian dan pemberdayaan Denpasar Kota Pusaka dapat berwujud dalam tiga varian: (1) dampak perlahan; (2) dampak ekstrim; dan (3) dampak berkelanjutan. Berikut disajikan tiga varian model analisis dampak tersebut sebagai berikut:


Foto
Sejarah
Video
Explore Denpasar
Facebook
Twitter