Baca Berita

Dibalik Suksesnya Denpasar Sebagai Tuan Rumah OWHC Asia Pasifik, Komitmen Yang Kuat dan Loby-Loby International

Oleh : denpasarheritage | 11 Agustus 2016 | Dibaca : 328 Pengunjung

Suksesnya Denpasar ditunjuk selaku penyelenggara dan tuan rumah Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasific tidak terlepas dari Komitmen yang kuat dari Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya terhadap pelestarian warisan pusaka dan budaya di kota Denpasar serta loby-loby internasional yang dilakukan oleh team kota Pusaka Denpasar kepada negara-negara anggota OWHC. Hal ini dikatakan Direktur Eksekutif Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Nanang Asfarinal ketika ditemui disela-sela pelaksanaan Konferensi di Hotel The Grand Bali Beach, Senin (8/8).  Dikatakan untuk Indonesia hanya Denpasar dan Kota Solo yang telah menjadi  anggota jaringan Organitation Wordl Heritage Cities (OWHC). Ditunjukknya  Denpasar sebagai tuan rumah dan  masuk dalam jaringan kota pusaka dunia tak terlepas dri komitmen Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara dalam melakukan inovasi dalam keberlanjutan pelestarian pusaka budaya di Kota Denpasar.

Nanang Asfarinal mengakui  ditunjukknya Denpasar menjadi tuan rumah OWHC adalah suatu kebanggan  dan ini merupakan perjuangan yang tidak mudah untuk meyakinkan negara-negara anggota OWHC, karena banyak kota dari negara lain yang berebut ingin menjadi tuan rumah. Nanang Asfarinal mengungkapkan bahwa Komitmen dan perhatian seorang Rai Mantra yang Walikota Denpasar begitu kuat dalam melestarikan warisan budaya dan pusaka serta dukungan dari negara-negara anggota OWHC sehingga Denpasar dipercaya menjadi  tuan rumah penyelenggara. Menurutnya tidak mudah mengajukan diri sebagai tuan rumah karena melalui proses seleksi yang sangat ketat. “Kami melihat Denpasar sangat sungguh-sungguh dalam konsep dan implementasi program pelestarian warisan pusaka. Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas jaringan dan pergaulan dengan kota-kota di seluruh dunia,” kata Nanang.  Ditunjukknya  Denpasar sebagai tuan rumah juga memiliki presentasi yang baik untuk melakukan pertemuan internasional dan kerjasama dengan dunia international.  “Potensi yang besar dari Denpasar dengan keragaman dan keunikan serta keunggulan lokal harus terus dikembangkan, seperti subak sembung, prasasti blanjong dan terdapatnya hotel heritage. Disamping itu Denpasar juga memiliki potensi pemuda seperti adanya pemuda pelestari budaya, kegiatan kreatif kepemudaan yang terus ditingkatkan oleh lembaga adat, dinas dan Pemkot Denpasar. Lebih lanjut Nanang mengatakan persyaratan masuknya Kota menjadi anggota JKPI berkaitan kuantitas, akselerasi dan kualitas, dengan persyaratan terus diperketat. Hal pertama tentunya kepala daerah harus mengirimkan profil terkait aset-aset pusaka terkait intengible dan tangible, melakukan validasi dimasing-masing daerah yang diajukan.  “Sebagai tuan rumah dan Denpasar telah masuk dalam keluarga kota pusaka dunia, harapan kami tradisi Bali terjaga seutuhnya dengan tidak melakukan kecerobohan terhadap warisan pusaka dan dibalik itu kita akan dipasarkan oleh dunia sebagai imbas dari pelaksanaan OWHC,” ujarnya (Pur/humasdps)


Oleh : denpasarheritage | 11 Agustus 2016 | Dibaca : 328 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
Multikultur
Video
City Tour Kota Denpasar
Facebook
Twitter