Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Denpasar Heritage City?
Baca Berita

Petinget Tumpek Landep, Diakui Sebagai Warisan Budaya Dunia

Oleh : denpasarheritage | 11 Agustus 2016 | Dibaca : 302 Pengunjung

Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik yang berlangsung selama empat hari dari 7-10 Agutus di Kota Denpasar yang melibatkan seluruh  anggota Jaringan Kota Pusaka Indoensia (JKPI) dan anggota OWHC Asia Pasific, Pada Senin (8/8) berhasil melahirkan Deklarasi Denpasar. Poin penting dari Deklarasi ini adalah  dengan penguatan jaringan segitiga pelestarian kota pusaka yang berkaitan dengan kerjasama dari siswa sekolah dan menguatkan jaringan dalam peningkatan partisiasi generasi muda.  Keputusan ini dilakukan pembahasan secara mendalam dengan moderator Direktur General of ICHCAP, Huh Kwon, dan Sekretariat Regional OWHC Asian-Pasiffic Ja-Hyun serta diikuti para anggota JKPI dan angota OWHC.

Deklarasi Denpasar dibacakan oleh Direktur General of ICHCAP Huh Kwon juga menghasilkan  10 rekomendasi diantaranya Petinget Tumpek Landep diakui sebagai warisan budaya dunia. Seperti diketahui Petinget Tumpek Landep ini secara rutin diperingati di Kota Denpasar setiap enam bulan sekali, dengan mengadakan pameran serta parade keris se Nusantara. Pengakuan ini menambah beberapa tradisi dan budaya bali menjadi warisan budaya dunia dan menjadi milik dunia.   Deklarasi ini ditanda tangani oleh 20 delegasi peserta Strategic Meeting OWHC yang pada konferensi tersebut.

Sementara Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dalam orasinya mengatakan perkembangan Denpasar sebagai kota budaya yang dimulai dari kota kerajaan menjadi kota pendidikan, pemerintahan dan pusat perekonomian  memiliki tatangan dalam menjaga aset warisan budaya yang ada. Sehingga pertemuan ini dapat kita lakukan pembahasan dalam tantangan pelestarian budaya  melalui program OWHC, dengan menetapkan Denpasar sebagai kota budaya yang smart, dan berintegritas. Aktivitas di balai banjar dengan komunitas Sekaa Teruna-teruni dan organisasi kepemudaan melakukan koordinasi dan komunikasi tentang perkembangan daerahnya masing-masing. Dalam menjaga warisan budaya ini menurut Rai Mantra tetap mengacu dalam filosofi Tri Hita Karana. “Saya harapkan dengan adanya Konferensi OWHC ini, Denpasar dapat menjadi lebih kuat dalam jaringan Kota Pusaka Nasional dan Dunia,” ujarnya. Dalam melestarikan Kota Warisan budaya  ini  Pemkot Denpasar sangat serius dalam membangaun denpasar sebagai kota warisan budaya yang  didukung oleh seluruh lapisan masyaraat, lewat spirit dan dinamis yang mengedepankan  budaya lokal yang tumbuh dan berkembang bersama koridor kota denpasar bersama masyarakat dan kaum muda khususnya.   “Warisan budaya Denpasar harus terus dijaga dan tidak terpengaruh dengan modrnisasi. Hal ini merupakan tantangan untuk meneguhkan komitmen Denpasar sebagai Kota berwawasan budaya dan Kota Pusaka,” pungkas Rai Mantra. (pur/humasdps)


Oleh : denpasarheritage | 11 Agustus 2016 | Dibaca : 302 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter